Senin, 14 November 2011

CONCEPT INVESTMENT PROPERTY

Investment includes basically two things, namely "issued today to expect to benefit in the future" and "issue with certainty to an uncertain profit." Investment property or real estate, as according to the above definition, it simply means issuing or investing in assets in the form of land and / or buildings on it. Forms of investment other than the property is: stocks, bonds, options, deposits, gold, dollars and more.
Here, most people invest because motivated by hope of gain is so high. There are at least six benefits in investing property, namely:

    
Appreciation of the value-added (due to its limited and does not move / immobility).
    
The added value of development (such as commercial buildings or areas made the farm.
    
The existence of income from operating activities (rent).
    
Is a good collateral.
    
Protection of purchasing power to inflation.
    
It is a pride for the owner or wearer.
In addition to the above benefits, investments in this area could potentially also in terms of losses. There are at least six disadvantages, such as:

    
Destroyed when an earthquake or disaster.
    
Illiquid and the presence of time constraints.
    
Load management and care.
    
Depreciation / depreciation of buildings.
    
Government control, such as rules of taxation and others.
    
Legal and regulatory complexities.
In terms of property investing, most people have two different purposes. The first objective, the investment does only short term (short-term investment), in which he invests aiming for resale, such as the purchase of land, houses, house shops (shop) and others then resold to another party.
The second objective, the investment has a long-term nature (long-term investment), where he aims to be owned and / or then leased, such as villas, houses fuction, office buildings, shopping centers, hotels, sportclub and so on. Here factor "pride" owners seem more dominant.
But whatever the goal, many people are looking at investing in property more attractive and more profitable than investment in other areas. This is understandable because almost everyone thinks that there is no history, especially of land and house price falls. Every year it is certain the price will increase and continue to increase in subsequent years.
In science a little sophisticated real estate mentioned also that to be considered in property investment there are five things, namely: income, depreciation, equity build-up, appreciation and leverage, or abbreviated IDEAL. The explanation is as follows:

    
Income is income from investment property leased. A simple calculation of the percentage of rental value per annum on the value of the property, and in the year to how much capital investment will return. For example, the property value of Rp 100 million and Rp 10jt rented per year, so in year 10 will return capital.
    
Depreciation is the allocation of the cost of an asset is property that the elements of cost accounting. Usually this is done in many companies, which include depreciation expenses as company expenses, while the assets remain the property has economic value.
    
Equity build-up is the value of shares held by investors on a property that has been borrowed and amortization of loan principal. For example, he bought a property worth $ 1 billion in bank loans and pay 800juta Rp Rp 200juta advance. After repay over a specified period, the loan stay of Rp 700 million, and assuming the market price had not risen, then he got the build-up equity worth USD 100 million.
    
Appreciation is the increase in the value of a property. For example, a property purchased last year for USD 100 million, and this year to Rp 120juta, there is appreciation of Rp 20juta in a year. Other more popular term capital gain is the gain or abbreviated. This is the main reason for people to invest in property.
    
Leverage is the use of borrowed funds to increase the benefits of property investment. To leverage a little difficult to explain here in general, because they have seen a case by case and not many people get leverage because it involves the lender (bank or third party) that need to learn more details before granting a loan.
But any form of investment, property investors should still take into account three things, namely: calculate the cost of the investment itself, how much the usual results obtained from the investment are planted (yield or return), and when those results can be enjoyed.

YUUUKKK...!!! PENSIUN DINI

nyok pensiun dini
Dengan tujuan menjadi seorang entrepreneur demi kebebasan finansial dan kebebasan waktu, beranikah anda memantapkan diri sekarang juga untuk keluar dari pekerjaan Anda sekarang? 
Sebenarnya apa aja sih yang harus dipersiapkan sebelum kita sesegera mungkin memantapkan niat : OK, AKU PENSIUN SEGERA!?

Lakukanlah : LIFE DIAGNOSIS pada hidup Anda.

Pertama dan terutama : cek diri Anda; apakah Anda golongan Intrapreneur atau Enterpreneur. Bila Anda selalu tidak puas dengan banyak hal dalam organisasi Anda, mencintai tantangan dan memimpikan kebebasan waktu dan finansial, YES, YOU Are Enterpreneur!

Kedua, lihat posisi dan penghasilan Anda saat ini. Sudahkah posisi kerja dan penghasilan Anda saat ini menjadi modal untuk berusaha kelak? Meski tidak harus mencapai posisi puncak organisasi namun bila posisi puncak tersebut bisa Anda raih 1-3 tahun ini, mungkin Anda harus bersabar sedikit. Bisnis adalah NETWORK, dan Network semakin meluas mengikuti tingginya posisi kerja! Namun bila Anda merasa posisi dan penghasilan Anda sudah “mentok” dan dianggap cukup untuk memulai penghidupan baru, segera persiapkan mental. Ingatlah, Bob Sadino, Liem Sie Liong dan pengusaha top lainnya pun tidak pernah mencapai posisi puncak, wong pendidikan pun terbatas, tapi mereka bisa meraih puncak kehidupan di atas kaki mereka sendiri bahkan memberi nafkah bagi karyawannya.

Ketiga; meski tidak mutlak; persiapkanlah “tabungan dan proteksi masa depan”. Yang terdiri dari :

1. Uang Tabungan Hari Tua
; ini bisa dari sebagian uang pensiun/pesangon/jamsostek/dana pensiun dari perusahaan lama disisihkan. Sebagian bisa digunakan untuk modal usaha tapi perhatikan JANGAN HABISKAN SELURUH DANA CASH ANDA. Meski Maslow pernah menyatakan bahwa untuk memenuhi kehidupan tingkat paling dasar dibutuhkan 60X penghasilan bulanan; Anda bisa “bermain tidak aman” di tahap awal enterpreneur asalkan Anda HARUS MINIMAL MEMPUNYAI 6-12 X penghasilan bulanan sebagai jaring pengaman terhadap resiko awal set up bisnis (biasanya usaha memerlukan waktu set up 3-6 bulan dan 6 bulan lagi untuk mencapai tingkat kestabilan). Sisa uang setelah dipotong simpanan proteksi, Ingat! harus dikunci pada instrumen yang liquid meski tingkat bunganya tidak terlalu besar, yang berarti pilihannya deposito (bila Anda konservatif) atau Reksadana (bila Anda moderat). Tambahan; modal usaha bisa berasal seluruhnya dari uang Anda, atau Anda bergabung bersama beberapa teman/investor atau Anda meminjam modal pihak lain. Sesi perencanaan keuangan dan dana pensiun akan dibahas di kesempatan lain.

2. Proteksi Kesehatan. dan (bila ada) asuransi pengcoveran kredit terutama dari perbankan). Ini menjadi penting karena biasanya setelah kita berhenti kerja; asuransi kesehatan perusahaan pun otomatis berhenti sedangkan potensi sakit selalu ada. Mintalah pada perencana keuangan Anda program asuransi kesehatan dengan masa asuransi pendek saja misal 1-2 tahun agar premi yang terbayarkan tidak menjadi besar di muka.

Bila Life Diagnosis ini sudah Anda lakukan; berarti Anda siap melangkah untuk BERDOA! Loh kok ……. Tanpa kemantapan hati, semua langkah-langkah di atas menjadi tidak berguna.

Selamat menikmati hidup, hidup yang bebas dan memberi arti bagi orang lain.

INVESTASI DI PROPERTY

INVESTASI DI PROPERTY
Oleh: Mike Rini 
Dikutip dari Danareksa.com

Investasi di property masih jadi pilihan utama kebanyakan orang, sebab orang beranggapan bahwa itu adalah salah satu cara terbaik untuk mengembangkan uang. Secara umum investasi property dianggap lebih aman daripada jenis investasi lainnya. Sebabnya Anda menguasai atau mengelola sendiri investasinya, jadi Anda bisa mengendalikan hampir semuanya. Namun hal itu bukanlah satunya keuntungan berinvesatsi di property, karena yang paling menarik sebenarnya dari invesatsi di property ini memungkinkan Anda untuk menggunakan uang orang lain untuk mulai berinvestasi.
Kebanyakan produk investasi lain banyak dipengaruhi oleh faktor luar. Misalnya harga-harga di bursa saham bisa naik turun dengan cepat bahkan signifikan karena isu atau gossip seputar politik, kebijakan pemerintah, keamanan negara, kondisi ekonomi, atau seperti obligasi yang harganya turun saat angka inflasi dan suku bunga naik. Dibandingkan property yang walaupun juga terpengaruh faktor luar, namun perubahannya tidak terlalu cepat, misalnya harga rumah tentunya tidak bisa berubah begitu saja dalam sehari tetapi butuh tahunan. 

Keuntungan Investasi di Property
Dengan berinvestasi ke property, Anda mempunyai kesempatan untuk mendapatkan hasil return investasi yang besar. Jika Anda lihat Donald Trump pengusuha property dari Amerika atau Ir. Ciputra dari Indonesia, mereka kaya raya dari bisnis property. Bank juga memiliki property, jika kita perhatikan gedung kantor pusat bertingkat tinggi yang megah, belum lagi puluhan jumlah kantor cabangnya

Banyak cara untuk berinvestasi ke property. Anda bisa memulainya dengan membeli rumah tinggal, ruko, membangun rumah sewaan, bangunan komersial lainnya atau tanah kosong. Dari semua pilihan ini, membeli dan menjual rumah sewaan lebih baik dipilih bagi mereka yang baru akan mulai berinvestasi di property, kemudian sedikit-sedikit menabung dari hasil sewa untuk diinvestasikan kembali..Jika Anda perhatikan banyak orang tertarik untuk membuat rumah sewaan, sebab dengan menjadi induk semang memungkinkan Anda memiliki harta yang bisa Anda kontrol sendiri, kemudian menjualnya nanti. Kabar baiknya Anda tidak memerlukan uang banyak untuk memulai investasi Anda di property.
Penting sekali memahami mengapa property seringkali menjadi pilihan utama orang untuk mengembangkan harta kekayaannya, alasannya bukannya karena property tidak berisiko. Seperti investasi lainnya di property juga mempunyai kendala misalnya para penyewa yang telat membayar sewa rumah, pindah tanpa memberitahu, bangunan yang rusak, kesulitan apapun bisa terjadi. Intinya jika Anda bersedia repot dengan urusan semacam ini, maka investasi di property memang untuk Anda.

Menggunakan Uang Orang lain “ Other People’s Money “
Salah satu hal yang paling menarik dari investasi di property adalah bahwa sistemnya dibuat sedemikian rupa sehingga memungkinkan Anda untuk menggunakan uang orang lain untuk membiayai investasi Anda. Ini adalah salah satu konsep terpenting yang membuata rproperty bisa menjadikan Anda bisa lebih kaya dibandingkan investasi lainnya.

Pada jenis investasi lain maka besarnya jumlah investasinya sangat ditentukan dari seberapa banyak Anda bersedia dan mampu membayarnya dengan tunai. Jadi untuk membeli investasi lain Anda barus membayarnya tunai dengan asumsi menggunakan uang Anda sendiri. Kita ambil saja contohnya investasi di pasar modal. Untuk membeli saham maka Anda harus membayar tunai seluruhnya dari kesuluruhan transaksinya, kecuali Anda melakukan margin trading yang sebenarnya sangat berisiko. Begitu juga investasi di obligasi, reksadana, deposito dan tabungan di bank, bahka emas dan barang koleksi yang bernilai seni, semuanya mensyaratkan pembayaran tunai seluruhnya.
Investasi di property tidak demikian, Anda bisa saja membayar sebesar uang muka rumahnya sebesar 10% sampai dengan 30% dari harga rumahnya dalam rangka untuk memiliki barangnya kemudian sisanya bisa dibiayai dari pinjaman ke bank. Jangankan bank, bahkan developernya sendiripun mau memberikan keringanan pembayaran cicilan untuk pembayaran uang muka pembelian barangnya.
Kesempatan untuk menggunakan uang orang lain terwujud dalam bentuk pembiayaan ini disebut dengan istilah leverage, atau kemampuan dalam melipatgandakan sesuatu. Contohnya, dihari pertama Anda berhasil mendapatkan kredit rumah dengan pembayaran uang muka sebesar Rp 30 juta, maka dihari itu pula aset tunai Anda langsung bertambah menjadi Rp 100 juta. Dengan menggunakan pembiayaan maka investasi rumah bisa berlipat ganda dengan dua cara. Pertama, semakin banyak uang yang diinvestasikan maka semakin besar uang orang lain atau pembiayaan yang bisa Anda dapatkan, misalnya dengan uang Rp 30 juta, maka Anda hanya bisa membeli saham sampai sebesar Rp 30 juta. Namun dengan jumlah uang yang sama jika diinvestasikan ke dalam property, maka Anda bisa membeli rumah seharga Rp 100 juta. Dimana Anda membayar uang muka rumah sebasar Rp 30 juta, kemudian bank membiayai sisanya sebesar Rp 70 juta, selanjutnya Anda menjadi pemilik sebuah bangunan seharga Rp 100 juta. Bukankah jumlah tersebut lebih dari 3 kalinya atau 300% berlipat ganda ? Luar biasa.

Mengapa Real Estate Menguntungkan
Menggunakan uang orang lain atau menggunakan pembiayaan merupakan salah satu saja dari kemudahan yang bisa dimanfaatkan dakam berinvestasi ke property. Namun selain itu masih banyak keuntungan investasi di property yang membuatnya sangat menarik di bandingkan investasi lainya.


  1. Arus Kas, “Cash Flow“,
    Arus kas adalah uang yang Anda terima secara rutin atas uang yang Anda tanamkan dalam suatu investasi. misalnya bunga tabungan dan deposito adalah arus kas karena memberikan pendapatan untuk Anda. Dalam property, uang sewa bisa menjadi pemasukan atau arus kas untuk Anda. Semakin banyak bangunan yang bisa Anda sewakan maka semakin besar pula arus kas Anda.
  2. Nilai kepemilikan Anda terhadap rumah tersebut meningkat.
    Nilai kepemilikan atau hak Anda terhadap investasi property yang dibiayai dari konsep menggunakan uang orang lain tadi akan meningkat, jauh melebihi hutang atau kewajiban Anda. Hak kepemilikan seseorang dalam suatu investasi ini dikenal dengan istilah equity. Contohnya jika pembelian investasi property Anda sebesar Rp 100 juta, yang dibiayai oleh bank Rp 70 juta, sisanya yang Rp 30 juta memakai uang Anda sendiri. Maka hak kepemilikan Anda terhadap investasi senilai Rp 100 juta tadi adalah sebesar Rp 30 juta atau 30%nya. Hak kepemilikan akan bertambah nilainya karena adanya pembayaran cicilan hutang yang mengurangi kewajiban. Selain itu hak kepemilikan Anda juga bertambah karena nilai propertinya naik. Nilai property Anda akan naik disebabkan inflasi yang membuat harga barang dan jasa mengalami kenaikan termasuk property. Akibat inflasi ini bukan cuma nilai propertinya yang naik tetapi juga Anda mempunyai kesempatan untuk menaikkan arus kas atau pendapatan rutin Anda dengan cara menaikkan uang sewa rumah sejalan dengan inflasi tadi. Kenaikan nilai property ini bahkan bisa menaikkan kekuatan meminjam Anda. Bank biasanya dengan senang hati memberikan pinjaman tambahan berdasarkan kenaikan harga agunannya atau propertinya. Anda bisa mengunakan uang ini untuk melunasi saldo hutang yang lama, dan sisa uang dari pinjaman tersebut bisa masuk kantong Anda. Kemudian untuk cicilan pinjaman baru sesuaikanlah dengan pemasukan uang sewa.
  3. Kesempatan untuk membangun bangunan yang lebih besar lagi, setelah Anda berhasil melunasi hutangnya, Anda akan mempunyai lebih banyak uang untuk dialokasikan, misalnya untuk membuat property yang sudah ada menjadi lebih besar lagi. Banyak investasi property dimulai dari sebuah bangunan kecil, tetapi karena ada pendapatan dari sewa yang bisa mencover cicilan hutang bulanan, maka membuat propertinya menjadi bangunan lebih besar menjadi sangat mungkin.
Sulitkah Mendapatkan Pinjaman Untuk Investasi Property?
Bagian paling sulit dari semua bisnis adalah mendapatkan uang untuk membiayai bisnis tersebut. Orang bahkan masih sangat sulit untuk meminjam kredit usaha dari bank untuk memulai usaha. Bank biasanya hanya mau memberikan pinjaman hanya kepada bisnis yang sudah berjalan 2 tahun. Hal ini tidak berlaku saat Anda mau meminjam uang ke bank untuk membeli rumah. Tidak peduli apakah Anda baru membeli rumah untuk pertama kalinya atau untuk yang kesekian kalinya, kredit rumah bisa diberikan oleh bank untuk pembelian rumah yang ke berapapun. Selain itu dari sisi bank kredit rumah juga dianggap sebagai jenis kredit yang risikonya paling rendah. Sebab besarnya cicilan kredit rumah disesuaikan dengan penghasilan Anda, dengan demkian bank berasumsi bahwa debiturnya sudah mempunyai penghasilan yang stabil yang bisa digunakan untuk membayar cicilan bulanan. Kemudian dilihat dari segi jaminanya yaitu bangunan itu sendiri, yang kita ketahui terus mengalami kenaikan harga, maka tidak heran kalau jaminannya umumnya bisa mengcover hutangnya.

Langkah – Langkah Memulai Investasi Di Property
Walaupun ada kesempatan menggunakan pinjaman untuk membiayai investasi property Anda, bukan berarti Anda menjadi lengah. Investasi di property tetap membutuhkan komitmen penggunaan uang dan waktu. Jadi melakukan riset dan menetapkan rencana sebelum berinvestasi di property sangatlah penting. Karena langkah paling awal dan paling penting begitu Anda memutuskan untuk berinvestasi ke property adalah mempelajari segala sesuatunya tentang property sebanyak yang Anda bisa.
  • Terus belajar, ada banyak sumber informasi yang bisa Anda dapat untuk belajar tentang investasi property misalnya dari buku – buku, kursus, seminar, juga internet dan lain-lain. Untuk mengenal bisnis property Anda juga bisa mengambil kerja paruh waktu sebagai broker property. Keuntungannya, selain Anda bisa mempraktekkan apa yang Anda pelajari dari berbagai sumber informasi tadi, Anda juga bisa mendapatkan komisi penjualan dari property yang Anda jual. Belum lagi kesempatan untuk membangun jaringan atau network yang tentunya akan sangat bermanfaat untuk membantu bisnis property Anda nanti. Melakukan riset terlebih dahulu akan membuat Anda “awas” terhadap risiko atau problem-problem yang mungkin timbul berkenaan dengan kepemilikan property misalnya bisa terjadi masalah dengan para penyewa, biaya-biaya perawatan bangunan.
  • Bekerja samalah dengan agen penjual rumah atau broker property, setelah Anda membekali diri Anda dengan informasi yang memadai tentang bisnis property maka selanjutnya carilah seorang agen penjual rumah atau broker property yang bersedia membantu Anda memahami lebih jauh tentang bisnis property. Carilah agen penjual yang sudah berpengalaman minimal 2 tahun, biasanya mereka sudah jauh lebih menguasai bisnis property. Sebaiknya Anda mencari agen penjual rumah yang bekerja fulltime daripada partime, sebab dikhatirkan mereka tidak bisa memenuhi
  • Riset mengenai suku bunga, kenaikan harga property, harga sewa,jika Anda mau menggunakan pembiayaan dari bank maka bandingkanlah suku bunga kredit bank yang satu dengan yang lain dan carilah yang paling kompetitif. Kemudian juga mengenai asumsi kenaikan harga propertinya sehingga Anda bisa menentukan kira-kira berapa harga jualnya suatu saat nanti. Jangan lupa jika Anda ingin mendapatkan pemdapatan dari sewa ruamh, maka sebelum menentukan harga sewa carilah informasi mengenai harga sewa rumah yang pantas untuk daerah tersebut yang disesuaikan dengan kondisi bangunannya.
Your Action Plan
Setelah Anda berketetapan hati untuk berinvestasi di property, maka selanjutnya Anda tinggal menetapkan tujuan dari investasi property Anda secara spesifik dan terukur. Misalnya Anda ingin mendapatkan uang Rp 100 juta yang Anda tanamkan dalam investasi property e atau pembelian property bisa menjadi Rp 1 M dalam 10 tahun. Setelah Anda menetapkan tujuan barulah Anda bisa menentukan jenis property apa yang cocok untuk mencapai tujuan tersebut, apakah perumahan, bangunan komersial.. Hitunglah berapa banyak jumlah uang yang dibutuhkan untuk nvestasi tersebut, kondisi pasar propertinya, kemudian jumlah uang sewa yang bisa Anda harapkan, juga berapa banyak bangunan yang bisa Anda beli. Dengan melakukan riset seperti dianjurkan diatas, maka Anda bisa memperkirakan berapa banyak uang yang mesti Anda sediakan dan berapa hasil investasi yang bisa diharapkan untuk terus berkembang. Anda bahkan bisa perkirakan berapa lama property tersebut harus Anda tahan sebelum menjualnya. Dengan membuat tujuan keuangannya akan memberikan Anda semacam pedoman untuk memulai bisnis baru Anda, mengambil tindakan-tindakan yang perlu, melakukan antisipasi risiko, kemudian melakukan investasinya.
Selamat berinvestasi !
Salam
Mike Rini
Perencana Keuangan

Indahnya Gunung Rinjani dilihat dari Pulau Gili Trawangan